Bermain bersama teman-teman
Lila sang putri duyung duduk di pantai sambil
melihat teman-temannya bermain voli. Hebat, lho, putri duyung bisa main voli.
Kayaknya asyik. Aku jadi ingin ikutan main voli, kata lila dalam hati.
“Dor!” cheril mengagetkan lila. “Bikin kaget
saja!” seru lila marah. “Habis, kamu melamun sih!” ujar cheril. “Enggak! Aku
lagi tungg kamu. Lama banget sih!” kata lila. “sudah waktunya makan siang nih!”
sambungnya. “oh, iya! Ayo kita ke kantin!” balas cheril.
“kamu mau pesan apa?” tanya cheril. “Belum tahu.
Lihat nanti saja.”
“Enggak salah kita pilih nasi goreng seafood ini,”
ujar lila yang suka makan. “Iya, lezat sekali!” seru cheril.
**********
Di panti asuhan lila…
“Sudah pagi. Padahal aku masih ngantuk,” keluh
lila.
TOK! TOK! TOK!
Terdengar ketukan pintu. Seseorang membuka pintu
kamar lila.
“Halo, lila! Maaf aku ganggu pagi-pagi. Aku mau
minta tolong. Aku lagi ada masalah,” ujar orang itu. “Halo, flounder. Enggak
apa-apa, masuklah! Apa masalahmu?” tanya lila kepada orang itu yang ternyata
bernama flounder.
“Aku punya sahabat bernama karl. Tiba-tiba dia
menjauhiku,” jelas flunder. “Oh, begitu. Aku akan pecahkan masalahmu besok,”
kata lila.
Lalu mereka berjalan bersama menuju sekolah.
Sepulang sekolah, mereka mengobrol sampai malam
hari.
“Baiklah, aku pulang, lila. Sampai ketemu besok,”
pamit flounder. “Terimakasih telah menemaniku, ya!” ujar lila. Flunder
mengangguk.
Lila yang tukang tidur pun tidur sampai pagi hari.
**********
Keesokan harinya……
TOK! TOK! TOK!
Kembali terdengar ketukan pintu.
“Tunggu sebentar, ya,” kata lila. Flounder
memasuki kamar lila. Flounder tersenyum. Lila tahu apa artinya.
“Yuk, kita pergi sekarang!” ajak lila.
“Itu rumah karl!” tunjuk flounder. “Oke, ayo kita
ke sana!” lila langsung berenang cepat.
Mereka berdua mengintip ke halamssan rumah karl.
Terlihat seseorang sedang memainkan yoyo.
“Wah, jago sekali, main yoyonya,” puji lila. “Itu
karl!” bisik flunder.
Lila memberanikan diri masuk ke halaman rumah
karl.
“Hai, boleh kenalan? Namaku lila,” “Hai, lila.
Namaku karl,” balas karl. “Aku dengar, kamu sedang bertengkar dengan sahabatmu,
ya?” tanya lila. “Iya. Habisnya, flounder gak mau aku ajak main yoyo,” jelas
karl. “Kau dengar itu, flounder? Ayo, kalian bersalaman,” ujar lila tersenyum.
Akhirnya, masalah pun selesai.
*********
Sore harinya…
TOK! TOK! TOK!
Seseorang mengetuk pintu kamar lila. “Ada apa,
lagi, sih?” keluh lila. Lila membukakan pintu. Ternyata rista yang datang.
“Hai, lila! Ini, ada undangan pesta kembang api!
Datang ya!” ujar rista sambil beranjak pergi. “Oke!” balas lila.
Lila
membaca undangan itu.
Halo, lila!
Terimakasih, ya,
Sudah
Menolongku
Kemarin.
Surat ini kubuat khusus
Buatmu, lho!
Sebagai ucapan terimakasih
dariku.
Kamu datang, ya!
Salam sehangat coklat
panas,
Flounder brown boy
Lila tersenyum. Aku pasti datang! Seru lila
dalam hati.
**********
malam harinya….
Lila berjalan menuju kamar cheril. Cheril juga
tinggal dip anti asuhan beautiful mermaid.
Saat lila mau mengetuk, tiba-tiba pintu terbuka.
“Ah! Cheril! Kamu selalu bikin kaget aja!” seru lila. “Eh! Maaf, maaf. Aku gak
tau kamu disini. ayo, kita berangkat ke tepi pantai!” ajak cheril. Kemarahan
lila pun reda. “Ayo!”
Sebentar saja, mereka telah sampai di tepi pantai.
Tiba-tiba……………………..
DUAR! Ada salah satu kembang api meledak. Wah!
Bagus sekali. “Ini kali pertama aku lihat kembang api!” teriak cheril karena
suasana disana sangat ramai. Saat perjalanan pulang, lila menemukan sebuah
kalung berbentuk kerang berwarna pink.
“Wah, indah sekali!” ujar lila di belakang cheril.
Sebuah ide jail melintas di otak lila. “Kalung ini buatku saja! Hehehe!”
Teman-teman, jangan ditiru, ya!
“Lila! Cepetan!” panggil cheril. “Eh! Iya, iya!”
balas lila menyusul cheril.
Tiba-tiba…
Tinggal bersama lola
“Hah! Gempa bumi! Gempa bumi!” seru lila. Mereka
ingin berlari. Namun, mana bisa, mereka putri duyung, bukan manusia yang
memiliki kaki.
Namun, saat mereka merangkak, terjadi sesuatu yang
tidak pernah diinginkan. TSUNAMI! ADA TSUNAMI!
Lila panik. Namun, ia berpikir untuk melarikan
diri. Saat memikirkan apa yang akan ia lakukan……
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!
Tolooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo!” teriak lila sangat kencang. LILA
TERBAWA ARUS!
Pada saatnya, lila tak sadarkan diri! LILA!
**********
Lila bangun dari pingsannya. Samar-samar, ia
melihat ruangan mewah. Bahkan, ia sendiri sedang tiduran di atas tempat tidur
emas. “Ah? Dimana aku?” tanya lila sambil memegangi kepalanya. Pusing sekali.
“Oh, kamu sudah sadar? Diminum duli tehnya, biar kepalamu hangat,” ujar
seseorang sambil menaruh secangkir teh di meja dekat tempat lila tiduran. “Lho!
Kok wajah kita mirip?” tanya lila. “iya, iya. Eh, kamu sudah sehat?” “kemarin
kamu pingsan. Aku lola,” jelas seseorang itu yang bernama lola. “Sudah. Kamu
yang merawatku, ya?” “Terima kasih. Aku Lila,” balas lila tersenyum.
“Lola, kalung…….. kalung putri Lola!” seru Lila
kaget. “Oh, kalungku! Maukah kamu memberikannya kepadaku?” tanya lola penuh
harap. “Ini, ambillah!” ujar lila sambil menyerahkan kalung kerang berwarna
pink.
“Selamat pagi!” seru dua orang. “Lola, kita ke fun
sea park, yuk!” ajak seseorang salah satu dari mereka. “Katanya akan diadakan
‘five mermaid festival’.” Ujar orang yang kedua. “Oh, iya. Ini sahabatku,” jelas
lola. “Hai, aku quincy,” seru orang yang pertama. Rambutnya terkibar terkena
kipas angin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar