Jumat, 06 Februari 2015

Adventure mermaid


Bermain bersama teman-teman

Lila sang putri duyung duduk di pantai sambil melihat teman-temannya bermain voli. Hebat, lho, putri duyung bisa main voli.
Kayaknya asyik. Aku jadi ingin ikutan main voli, kata lila dalam hati.
“Dor!” cheril mengagetkan lila. “Bikin kaget saja!” seru lila marah. “Habis, kamu melamun sih!” ujar cheril. “Enggak! Aku lagi tungg kamu. Lama banget sih!” kata lila. “sudah waktunya makan siang nih!” sambungnya. “oh, iya! Ayo kita ke kantin!” balas cheril.
“kamu mau pesan apa?” tanya cheril. “Belum tahu. Lihat nanti saja.”
“Enggak salah kita pilih nasi goreng seafood ini,” ujar lila yang suka makan. “Iya, lezat sekali!” seru cheril.

**********
Di panti asuhan lila…
“Sudah pagi. Padahal aku masih ngantuk,” keluh lila.
TOK! TOK! TOK!
Terdengar ketukan pintu. Seseorang membuka pintu kamar lila.
“Halo, lila! Maaf aku ganggu pagi-pagi. Aku mau minta tolong. Aku lagi ada masalah,” ujar orang itu. “Halo, flounder. Enggak apa-apa, masuklah! Apa masalahmu?” tanya lila kepada orang itu yang ternyata bernama flounder.
“Aku punya sahabat bernama karl. Tiba-tiba dia menjauhiku,” jelas flunder. “Oh, begitu. Aku akan pecahkan masalahmu besok,” kata lila.
Lalu mereka berjalan bersama menuju sekolah.
Sepulang sekolah, mereka mengobrol sampai malam hari.
“Baiklah, aku pulang, lila. Sampai ketemu besok,” pamit flounder. “Terimakasih telah menemaniku, ya!” ujar lila. Flunder mengangguk.
Lila yang tukang tidur pun tidur sampai pagi hari.

**********
Keesokan harinya……
TOK! TOK! TOK!
Kembali terdengar ketukan pintu.
“Tunggu sebentar, ya,” kata lila. Flounder memasuki kamar lila. Flounder tersenyum. Lila tahu apa artinya.
“Yuk, kita pergi sekarang!” ajak lila.
“Itu rumah karl!” tunjuk flounder. “Oke, ayo kita ke sana!” lila langsung berenang cepat.
Mereka berdua mengintip ke halamssan rumah karl. Terlihat seseorang sedang memainkan yoyo.
“Wah, jago sekali, main yoyonya,” puji lila. “Itu karl!” bisik flunder.
Lila memberanikan diri masuk ke halaman rumah karl.
“Hai, boleh kenalan? Namaku lila,” “Hai, lila. Namaku karl,” balas karl. “Aku dengar, kamu sedang bertengkar dengan sahabatmu, ya?” tanya lila. “Iya. Habisnya, flounder gak mau aku ajak main yoyo,” jelas karl. “Kau dengar itu, flounder? Ayo, kalian bersalaman,” ujar lila tersenyum. Akhirnya, masalah pun selesai.

*********

Sore harinya…
TOK! TOK! TOK!
Seseorang mengetuk pintu kamar lila. “Ada apa, lagi, sih?” keluh lila. Lila membukakan pintu. Ternyata rista yang datang.
“Hai, lila! Ini, ada undangan pesta kembang api! Datang ya!” ujar rista sambil beranjak pergi. “Oke!” balas lila.
 Lila membaca undangan itu.
Halo, lila!
Terimakasih, ya,
Sudah
Menolongku
Kemarin.
Surat ini kubuat khusus
Buatmu, lho!
Sebagai ucapan terimakasih dariku.
Kamu datang, ya!

Salam sehangat coklat panas,
Flounder brown boy

Lila tersenyum. Aku pasti datang!  Seru lila dalam hati.

**********

malam harinya….
Lila berjalan menuju kamar cheril. Cheril juga tinggal dip anti asuhan beautiful mermaid.
Saat lila mau mengetuk, tiba-tiba pintu terbuka. “Ah! Cheril! Kamu selalu bikin kaget aja!” seru lila. “Eh! Maaf, maaf. Aku gak tau kamu disini. ayo, kita berangkat ke tepi pantai!” ajak cheril. Kemarahan lila pun reda. “Ayo!”
Sebentar saja, mereka telah sampai di tepi pantai.
Tiba-tiba……………………..
DUAR! Ada salah satu kembang api meledak. Wah! Bagus sekali. “Ini kali pertama aku lihat kembang api!” teriak cheril karena suasana disana sangat ramai. Saat perjalanan pulang, lila menemukan sebuah kalung berbentuk kerang berwarna pink.
“Wah, indah sekali!” ujar lila di belakang cheril. Sebuah ide jail melintas di otak lila. “Kalung ini buatku saja! Hehehe!”
Teman-teman, jangan ditiru, ya!
“Lila! Cepetan!” panggil cheril. “Eh! Iya, iya!” balas lila menyusul cheril.
Tiba-tiba…

Tinggal bersama lola

“Hah! Gempa bumi! Gempa bumi!” seru lila. Mereka ingin berlari. Namun, mana bisa, mereka putri duyung, bukan manusia yang memiliki kaki.
Namun, saat mereka merangkak, terjadi sesuatu yang tidak pernah diinginkan. TSUNAMI! ADA TSUNAMI!
Lila panik. Namun, ia berpikir untuk melarikan diri. Saat memikirkan apa yang akan ia lakukan……
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Tolooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo!” teriak lila sangat kencang. LILA TERBAWA ARUS!
Pada saatnya, lila tak sadarkan diri! LILA!

**********

Lila bangun dari pingsannya. Samar-samar, ia melihat ruangan mewah. Bahkan, ia sendiri sedang tiduran di atas tempat tidur emas. “Ah? Dimana aku?” tanya lila sambil memegangi kepalanya. Pusing sekali. “Oh, kamu sudah sadar? Diminum duli tehnya, biar kepalamu hangat,” ujar seseorang sambil menaruh secangkir teh di meja dekat tempat lila tiduran. “Lho! Kok wajah kita mirip?” tanya lila. “iya, iya. Eh, kamu sudah sehat?” “kemarin kamu pingsan. Aku lola,” jelas seseorang itu yang bernama lola. “Sudah. Kamu yang merawatku, ya?” “Terima kasih. Aku Lila,” balas lila tersenyum.
“Lola, kalung…….. kalung putri Lola!” seru Lila kaget. “Oh, kalungku! Maukah kamu memberikannya kepadaku?” tanya lola penuh harap. “Ini, ambillah!” ujar lila sambil menyerahkan kalung kerang berwarna pink.
“Selamat pagi!” seru dua orang. “Lola, kita ke fun sea park, yuk!” ajak seseorang salah satu dari mereka. “Katanya akan diadakan ‘five mermaid festival’.” Ujar orang yang kedua. “Oh, iya. Ini sahabatku,” jelas lola. “Hai, aku quincy,” seru orang yang pertama. Rambutnya terkibar terkena kipas angin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar