Hadiah
apa, ya?
Aku
memandang kalender. 12 oktober. Ulang tahunku. Seluruh keluargaku, mama, papa,
adikku sari dan aziz, bibi, paman, kakek dan nenek semuanya pergi.
Mungkin, mereka membeli hadiah. Hadiah
apa, ya? Pikirku.
Aku
menelepon papa.
aku: Pa,
papa mau beli hadiah buatku, ya?
Papa:
Mmmm… ada deh!
Aku:
Ihh… papa! Hadiah apa?
Papa: Gak
tahu.
Aku:
Missy mau lihat hadiahnya…
Papa:
Kapan-kapan aja, deh, lihatnya.
Aku:
Ahh.. Papa!
Papa:
Hahaha!
Aku
menutup telepon. Aku pun memutuskan untuk ke rumah amel, sahabatku. Aku
berjalan menuju garasi da mengambil sepeda biruku.
Saat aku
sudah berjalan menjauhi rumah, diam-diam, papa, mama, sari, Aziz, bibi, paman,
kakek dan nenek masuk ke kekamarku.
Papa dan
mama memasukan sebuah pohon cemara plastik yang banyak gantungan kado-kado, dan
ucapan “happy birthday.”
Kado-kado
dari keluargaku di taruh dibawahnya.
Lalu,
keluargaku keluar dari kamarku dan bersembunyi.
Aku
pulang beberapa saat. Aku sangat terkejut melihat banyak kado di kamarku.
Hadiah apa, ya?
Aku
membuka kado dari mama. ada kartu ucapannya.
Selamat ulang tahun, missy! Selalu jadi
anak sholehah, ya? Semoga panjang umur. Missy, ada kabar gembira untukmu, tadi,
sebelum membeli kado untukmu, mama ke dokter. Tahu apa yang dikatakan dokter?
Mama hamil! Kado dari mama ini dan adikkmu. Semoga kamu senang ya?
Salam sehangat coklat panas,
Mama, resty lhavina. ::: J :::
Setelah
membaca kartu ucapan dari mama, aku membuka kadonya. Waw! Ada perlengkapan
sekolah super mahal! Ada tas, pensil, penghapus, pengraut, tempat pensil,
buku-buku, DLL. Bahkan, ada sepatu juga, lho!
Sekarang,
aku membuka kado dari papa. Ada kartu ucapannya juga. Tapi, ini dengan tulisan
khas papa yang sangat bagus.
Selamat
ulang tahun, missy! Papa tahu, kamu suka tulisan papa, kan? Kado dari papa,
pasti kamu suka. Pohon cemara yang ada dikamarmu papa yang beli, lho! Harganya
tujuh juta. Mahal,kan? Tapi, demi kamu, papa mau membelinya. Sudah, ya? Papa
enggak mau terlalu bicara panjang lebar,
Salam
semanis gula,
Papa,
Muhammad Anthony. <><><> J
<><><>
Aku
membuka kado dari papa. Tak sabar. Ya, ampun! Ada bola kristal salju yang sudah
lama kuimpikan! Terimakasih, papa!
Aku juga
membuka kado dari bibi, paman, kakek dan nenek. Ada yang memberiku buku diary
baru, aksesoris, DLL.
Wow! ini
ulang tahun yang paling istimewa dalam hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar