Minggu, 26 Juni 2016

Bear Doll (2)

“Hem … kenyangnya …” kata Halimah masuk ke kamar lagi. “Haira, kita main, yuk!”
 “Heee?! Kemana Hairaaa?!” teriaknya. Haira hilang tanpa jejak! Betul-betul hilang! Bagaimana ini? Apa Halimah mesti menelepon Humaira? Tapi, ia tak punya nomor Humaira meski bersahabat selama empat tahun!
 “Haira? Haira?” Halimah mencari di bawah kasur, bawah meja, di dalam lemari, di balkon, di balik tirai jendela, dan tempat-tempat lain. Haira tidak ditemukan!
 Halimah terduduk lemas di bawah lantai. Kalau Humaira tiba-tiba meneleponnya? Humaira punya ponsel sendiri, dan punya nomor ibu.  Apa yang harus di katakannya saat Humaira bertanya? Ia tidak mungkin berbohong pada temannya sendiri.
 Ia terus mencari dari kemarin. Hasilnya nihil. Haira tidak ditemukan. Bagaimana ini? Halimah betul-betul cemas!
 Kriiiing! Kriiing! “Halimah, ada telepon untukmu!” panggil ibu. apakah itu Humaira? Apakah yang kemarin firasat, bukan dugaan?
 “Ya, halo?” sapa Halimah gugup. Tangannya menggenggam ponsel dengan tangan berkeringat.
 “Halo. Kok suaranya gugup begitu, sih? Ini aku, Humaira. Kamu pasti Halimah, ya, kan?” kata suara di seberang sana. Ya ampun! Halimah terkejut setengah mati!
 “I… iya. Ha … hai, Humaira. Apa kabar?” suara Halimah makin gugup. Terdengar suara Humaira mendengus.
 “Kamu jangan gugup begitu, dong! Kamu kesal, ya?” tanya Humaira.
 Bukan begitu! “E … enggak. Cum … Cuma, kaget saja, dengar kamu,” jawab Halimah.
 “Eh, iya. Aku menemukan nomor ibumu. Jadi langsung kutelepon saja. Disini ada Haima, juga teman-temanku. Ada Nami, Hafidzah, Putri dan Hana. Haira masih kamu jaga dengan baik, kan? Kamu sedang apa? Aku di temani teman-temanku untuk mengirim surat ke kamu. Kamu enggak kirim surat ke aku?” celoteh Humaira panjang lebar. Betul, dugaan Halimah! Humaira dengan cepat menemukan teman!
 “Ha … Haira masih kuj … aku sedang duduk. A … aku nanti kirim surat ke kamu,” jawab Halimah sangat, sangat gugup.
 “Oke. Sudah dulu, ya. Aku mau pulang. Assalamualaikum!”
 “Waalaikum salam.”
 Gawat! Untung, tadi Halimah belum sempat berbohong kepada Humaira. Bagaimana ini?


Untuk cerita ini memang lebih pendek dari yang Bear Doll sebelumnya. Maaf, ya, cerita Bear Doll akan di sambun dalam jangka panjang. Penulis sedang tidak ada ide untuk cerita Bear Doll 3. Oke, Sampai jumpa kembali!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar