Saat pulang, Vina selalu melihat gubuk itu. Ya, sebuah gubuk kecil dengan banyak karung yang berisi botol bekas.
Vina tidak mengerti kenapa setiap hari karung botol bekas selalu tampak bertambah banyak. Saat itu pula vina ingin menyelidikinya.
Siang yang panas, saat pulang sekolah, Vina masuk ke gubuk kecil itu. Dia sangat penasaran dan berniat akan menyelidikinya.
Namun tiba-tiba…
“Hai, ada perlu apa ya Kamu kemari?” tanya gadis itu lembut.
Vina heran ada anak secantik itu yang tinggal di gubuk kecil seperti ini.
“Ehhmmm, hai nama aku Vina, senang berkenalan denganmu” kata Vina ragu-ragu sambil menjulurkan tangannya.
“Namaku Ati. Kamu ada perlu apa?” tanya Ati lagi.
“Tidak, aku hanya penasaran dengan gubuk ini” jawab Vina polos.
‘kamu bukannya Vina yang sekolah di SD Timur Pagi bukan?” tanya Ati.
“Iya, Kamu tahu?” Vina balik bertanya
“Kamu anak kepala sekolah SD itu kan?” Ati bertanya lagi.
“Iya, kok Kamu tahu?” jawab Vina keheranan kenapa Ati bisa tahu.
“Sebenarnya aku ingin sekolah di sana, tapi aku tidak punya uang” kata Ati sedih.
“Hai, ada perlu apa ya Kamu kemari?” tanya gadis itu lembut.
Vina heran ada anak secantik itu yang tinggal di gubuk kecil seperti ini.
“Ehhmmm, hai nama aku Vina, senang berkenalan denganmu” kata Vina ragu-ragu sambil menjulurkan tangannya.
“Namaku Ati. Kamu ada perlu apa?” tanya Ati lagi.
“Tidak, aku hanya penasaran dengan gubuk ini” jawab Vina polos.
‘kamu bukannya Vina yang sekolah di SD Timur Pagi bukan?” tanya Ati.
“Iya, Kamu tahu?” Vina balik bertanya
“Kamu anak kepala sekolah SD itu kan?” Ati bertanya lagi.
“Iya, kok Kamu tahu?” jawab Vina keheranan kenapa Ati bisa tahu.
“Sebenarnya aku ingin sekolah di sana, tapi aku tidak punya uang” kata Ati sedih.
Vina kasihan melihat Ati yang ingin sekolah tapi tidak punya uang.
Lalu,
“Aku pamit ya” kata Vina tiba-tiba. Ati keheranan melihat Vina yang buru-buru pergi.
Lalu,
“Aku pamit ya” kata Vina tiba-tiba. Ati keheranan melihat Vina yang buru-buru pergi.
Ketika sampai di rumah, Vina menceritakan tentang Ati kepada mamanya. Mamanya Vina adalah Kepala sekolah SD Timur Pagi. Mamanya setuju dengan usul Vina. Mama akan membantu biaya agar Ati bisa sekolah juga di SD Timur Pagi.
Tak sabar, Vina berlari kembali ke gubuk kecil itu untuk memberitahu Ati bahwa dia bisa sekolah di SD Timur pagi dengan gratis. Ati sangat gembira, dan sejak itu, mereka menjadi sahabat.
Tamat
-Aisha Izz Tsuraya (Okt, 2014)-
-Aisha Izz Tsuraya (Okt, 2014)-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar