Senin, 27 Juni 2016

Komik Muslimah

























sumber: Google



























Penulis dan Menulis


Hai, teman-teman! Aku ganti font, bukan Comic Sans MS lagi, melainkan Berlin Sans FB. insya Allah mulai sekarng tulisanku disertai gambar. Aku ingin menceritakan sedikit tentang penulis dan menulis. Mulai dari tips menulis dari para penulis, cara mengobrol dengan para penulis, dan lainnya. Yuk, kita simak!

Tips Menulis Mudah Dari Salsabiilaa Roihana
Maaf kalau salah nama, aku dapat itu dari youtube. Oke. Salsabiilaa Roihana atau yang bisa kita sebut Salsa adalah penulis cilik, ia juga sudah banyak menerbitkan buku. Nah, aku mendapatkan Tips Menulis dari Salsa. Ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk kalian dari Salsa. Yuk, lihat!
ü  Yang pertama, dan yang paling utama, kita harus gemar membaca. Dari membaca tersebut, tulisan kita akan banyak ilmu, dan teman-teman lain yang membaca tulisan kita, bisa mengambil banyak manfaat.
ü  Yang kedua, kita jangan pernah bosan untuk mengamati karya-karya lain. Dari karya-karya lain itu, kita bisa amati, dan tirukan cara penulisannya.
ü  Yang ketiga, mulai dari sekarang. Sesuatu itu, gak akan pernah selesai kalau enggak ingin memulainya, bukan? Maka dari itu, jangan ragu, jangan takut, jangan malas. Salsa yakin, kalau aku bisa, kamu pasti bisa.
Itu dia. Aku menontonnya di youtube, dan mendengarkan kata-katanya dengan seksama. Tips-nya itu adalah kalimat-kalimat yang di ucapkan Salsa sendiri. Yuk, mulai menulis dan terbitkan buku! ^^

Cara Mengobrol Dengan Penulis
Bagaimana cara mengobrol dengan penulis? Harus bertemu langsung? Tentu tidak. Di bagian akhir buku, selalu ada profilnya (biasanya untuk KKPK, PCPK, PACI, Komik KKPK, dll. Ada). Ada alamat email, facebook dan twitter, kan (penulis enggak punya facebook dan twitter ^^”)? Coba kalian hubungi. Atau kirim surat lewat pos. itu pasti bisa.
 Aku pernah, lho, mengobrol dengan kak Assyifa Sekar Arum, penulis cerita Roro, Princess Academy, dan lainnya yang banyak di temui. Lewat email zhief_fafa@yahoo.com atau twitter di: @sisifafa. Kalian coba, ya! Bahkan, aku dapat tips menulis dari kak Syifa langsung!
 Atau coba kunjungi blog para penulis. Itu juga bisa. Oh, ya, kabarkan ke teman-teman lain, ya, blog ini! Juga bisa kalau ingin mengobrol denganku lewat email izztsuraya@gmail.com.

Itu dulu, ya. Kalau ada informasi lagi, aku masukkan ke blog. Oke, assalamualaikum!








Minggu, 26 Juni 2016

Bear Doll (2)

“Hem … kenyangnya …” kata Halimah masuk ke kamar lagi. “Haira, kita main, yuk!”
 “Heee?! Kemana Hairaaa?!” teriaknya. Haira hilang tanpa jejak! Betul-betul hilang! Bagaimana ini? Apa Halimah mesti menelepon Humaira? Tapi, ia tak punya nomor Humaira meski bersahabat selama empat tahun!
 “Haira? Haira?” Halimah mencari di bawah kasur, bawah meja, di dalam lemari, di balkon, di balik tirai jendela, dan tempat-tempat lain. Haira tidak ditemukan!
 Halimah terduduk lemas di bawah lantai. Kalau Humaira tiba-tiba meneleponnya? Humaira punya ponsel sendiri, dan punya nomor ibu.  Apa yang harus di katakannya saat Humaira bertanya? Ia tidak mungkin berbohong pada temannya sendiri.
 Ia terus mencari dari kemarin. Hasilnya nihil. Haira tidak ditemukan. Bagaimana ini? Halimah betul-betul cemas!
 Kriiiing! Kriiing! “Halimah, ada telepon untukmu!” panggil ibu. apakah itu Humaira? Apakah yang kemarin firasat, bukan dugaan?
 “Ya, halo?” sapa Halimah gugup. Tangannya menggenggam ponsel dengan tangan berkeringat.
 “Halo. Kok suaranya gugup begitu, sih? Ini aku, Humaira. Kamu pasti Halimah, ya, kan?” kata suara di seberang sana. Ya ampun! Halimah terkejut setengah mati!
 “I… iya. Ha … hai, Humaira. Apa kabar?” suara Halimah makin gugup. Terdengar suara Humaira mendengus.
 “Kamu jangan gugup begitu, dong! Kamu kesal, ya?” tanya Humaira.
 Bukan begitu! “E … enggak. Cum … Cuma, kaget saja, dengar kamu,” jawab Halimah.
 “Eh, iya. Aku menemukan nomor ibumu. Jadi langsung kutelepon saja. Disini ada Haima, juga teman-temanku. Ada Nami, Hafidzah, Putri dan Hana. Haira masih kamu jaga dengan baik, kan? Kamu sedang apa? Aku di temani teman-temanku untuk mengirim surat ke kamu. Kamu enggak kirim surat ke aku?” celoteh Humaira panjang lebar. Betul, dugaan Halimah! Humaira dengan cepat menemukan teman!
 “Ha … Haira masih kuj … aku sedang duduk. A … aku nanti kirim surat ke kamu,” jawab Halimah sangat, sangat gugup.
 “Oke. Sudah dulu, ya. Aku mau pulang. Assalamualaikum!”
 “Waalaikum salam.”
 Gawat! Untung, tadi Halimah belum sempat berbohong kepada Humaira. Bagaimana ini?


Untuk cerita ini memang lebih pendek dari yang Bear Doll sebelumnya. Maaf, ya, cerita Bear Doll akan di sambun dalam jangka panjang. Penulis sedang tidak ada ide untuk cerita Bear Doll 3. Oke, Sampai jumpa kembali!

Minggu, 19 Juni 2016

Bear Doll (1)




 Halimah anak yang terpendam, dia tidak punya teman kecuali benda itu. Dulu, Halimah punya teman, namanya Humaira. Humaira anak yang baik. Sayangnya, Humaira harus pergi ke Tangerang, karena keluarganya akan pindah. Halimah menjadi anak yang tidak mempunyai teman, karena ia hanya berteman dengan Humaira, tanpa yang lain.
   Sebenarnya tidak. Halimah juga mempunyai teman, tapi dia benda mati. Sebuah boneka beruang kecil, berwarna biru dan berkalung emas. Boneka itu berbau Humaira, yang selalu membuat Halimah tidak kesepian. Walaupun ia tahu, biasanya boneka suka hidup tengah malam, atau apalah yang menyeramkan tentang boneka. Tapi hanya itu kenangan dari Humaira.
   “Haira, Humaira di Tangerang punya teman, tidak, ya? Kalau menurutku, pasti dia punya teman. Humaira itu anak yang sangat mudah bergaul. Aku iri dengan Humaira,” celoteh Halimah menatap Haira, boneka pemberian Humaira. Namun, Haira tetap tidak mejawab.

  “Oke. Bagaimana kalau aku mengirim surat ke Humaira? Aku tahu alamat rumahnya,” kata Halimah, masih berbicara kepada Haira yang tidak bisa menjawab.
   Halimah membawa Haira ke meja belajarnya. Ia membuka laci meja, lalu mengambil spidol warna-warni dan kertas berwarna kuning berbau bunga, yang pernah ia beli bersama Humaira. “Kurasa ia akan senang mendapat surat dari kertas ini. Ya, kan, Haira?”
   Halimah menghela napas. Lalu menulis beberapa Paragraf untuk Humaira. Ini isinya:
Assalamualaikum, Humaira.
 Kamu masih ingat aku? Aku Halimah, temanmu dulu. Haira masih kujaga baik. Kamu senang dapat surat dengan kertas ini? Kertas berbau bunga yang pernah kubeli bersamamu. Oh, ya, apa kabar? Kabarku baik-baik saja. Bagaimana kabar adikmu, Ahmad? Kuharap masih lincah seperti dulu, ya.
 Sudah berapa tahun, ya, kita berpisah? Kurasa empat tahun, kita bersahabat dari umur 6 tahun, kan? Oh, ya, aku punya usul, mau tidak, aku belikan gelang dengan kepala beruang, yang mengenang Haira dan Haima? Aku sampai lupa, betul-betul lupa menanyakan Haima. Ok, empat kali enam belas, sempat tak sempat, tolong dibalas.
 Halimah Auliya Putri.
Seperti itu isinya. Dia akan menggunakan uang tabungannya untuk mengirim surat dan membeli gelang. Oh, iya, Humaira juga punya boneka beruang, berwarna oranye, namanya Haima. Karena boneka itu pemberian Humaira, ia juga harus memberikan sesuatu kepada Humaira.
 Halimah menatap Haira. Haira tidak punya mulut, tapi manis sekali. Entah kenapa, Halimah mulai bosan dengan Haira. “Tidak boleh! Aku tidak boleh bosan dengan Haira! Dia temanku!” seru Halimah. Lalu menaruh Haira di kasur, karena ibu sudah menyiapkan ayam goreng dan sayur lodeh kesukaannya untuk makan siang.
 Bagaimana kelanjutannya? Apa yang terjadi dengan Haira? Bagaimana reaksi Halimah saat Haira tertimpa sesuatu? Nantikan di Bear Doll ke-2, ya! ^^

Pengetahuan Super Seru!

Oh, ya, aku juga punya resep buka puasa seru dan beberapa pengetahuan yang sumbernya dari Bobo. Mau lihat? Yuk!
Resep masakan: Puding Susu Topping Buah
Kita Perlu:
·        7 gram atau 1 bungkus bubuk agar-agar
·        400 gram atau 1 kaleng susu kental manis
·        2 liter air
·        Potongan buah (misalnya nanas, pepaya, stoberi, mangga, kiwi atau anggur. Buah yang kalian punya juga enggak apa-apa ^^)
·        Sirup
Ini Rahasia Membuatnya
1.    Campur bubuk agar-agar, susu kental manis, dan air dalam panci.
2.    Masak adonan sampai mendidih.
3.    Tuang adonan dalam wadah lalu dinginkan.
4.    Setelah adonan dingin, taruh potongan buah diatasnya.
5.    Tambahkan sirup secukupnya.

Nah, inilah puding susu topping buah. Hmm, segaaar. Eits, tunggu waktu berbuka dulu, untuk mencicipinya! (sumber: Majalah Bobo, artikel Kreatif)
Sekarang bagian pengetahuan. Seru-seru dan menambah wawasan!
-      Jarak antara Bumi dan Bulan sekarang 18 kali lebih jauh dibanding 4,5 miliar tahun lalu.
-      Jepang adalah Negara yang umur masyarakatnya paling panjang di dunia. Rata-rata berumur 83,7 tahun.
-      Anjing bisa mengetahui, mana manusia yang bisa dipercaya dan mana yang tidak.
-      Manusia lebih cepat mencerna susu kambing, dibanding susu sapi. Baca juga di link majalah bobo, bit.ly/ManfaatSusu3
-      Kucing tidak perlu berkedip untuk membasahi boola matanya. Mereka hanya berkedip saat menguap atau sedang merasa senang.
-      4 miliar tahun yang lalu (jika tahun ini tahun 2016), 19 persen permukaan Mars digenangi air.
-      Lagu Bengawan Sol ciptaan Pak Gesang sudah dibuat ulang dan diterjemahkan ke dalam 13 bahasa di dunia.
-      Astronaut bisa kehilangan sidik jari tangannya setelah jalan-jalan di luar angkasa.
-      Kulit wajah buaya 10 kali lebih sensitif dibanding ujung jari manusia. Baca juga di link majalah bobo bit.ly/KulitSawoMatang
Eh, ada bonus, nih, karena penulis masih pingin menulis tentang isi majalah bobo, akan diberikan profil Ilustrator Google. Siapakah dia? Oke, kita lihat yuuuk!
Ryan Germick, Ilustrator Google
Siapa yang pernah melihat logo google dengan gambar-gambar yang lucu? Kita kenalan dengan pembuatnya, yuk!
Belajar Dari Internet
Kak Mick sempat belajar desain dan ilustrasi di Parsons School of Design dan berkuliah di Eugene Lang College di New York, Amerika Serikat. Selain mengambil sekolah desain, bakat kak Mick dalam menggambar banyak juga didapatkan dari Internet. Kata kak Mick, ia banyak belajar dari internet. Baginya, internet dapat memberinya inspirasi untuk menggambar. Internetjuga membuat banyak orang dapat menikmati karya kak Mick. Menurut kak Mick, proses membuat gambar digital itu sederhana. Yang penting, kita memang menggambar.
Menjadi Google Doodler
Sekitar tahun 2006, kak Mick mulai bekerja di kantor Google, sebagai spesialis grafis web. Dulu, kak Mick bertugas membuat ikon. Ikon buatan kak Mick yang paling terkenal adalah Pegman di Google Map. Ikon itu berbentuk seperti sosok kecil berwarna kuning yang muncul ketika kita menggunakan pengaturan Googke Street View di peta Google. Berkat kegigihan dan keseriusannya, kak Mick kini menjadi illustrator utama pada pembuatan gambar-gambar lucu untuk logo Google.
Keren, ya, kak Mick? Siapa yang mau jadi kreatif seperti kak Mick? Nah, kalau kalian mau melihat karya-karya kak Mick, boleh melihat di google.com/doodle
Oke, selesai dulu, ya, tunggu cerpenku yang akan muncul di blog ini!


Di Majalah Bobo tahun XLIV, yang terbit tanggal 16 Juni 2016, ada karyaku, looh! Yang covernya si Bobo sedang berada di laut, ada tulisan persahabatan di film Finding Dory. Karyaku ada di artikel Arena Kecil dan Tak Disangka. Yang judulnya Kukira Hantu. Ini dia isinya:
Kukira Hantu
Saat itu, sekolahku sedang mengadakan acara mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa). Saat malam hari, setelah makan malam, aku dan teman sekelompokku Salsa dan Ziha, ingin mencuci piring. Tiba-tiba, aku melihat sesuatu berwarna di semak-semak. Aku, Salsa dan Ziha, berteriak kencang. Kemudian bayangan putih ini menoleh. Rupanya, bayangan putih itu adalah temanku, Jingga namanya, teman sekelompokku. Dia sedang mencari kertas sambil mengenakan jaket putih. Fiuh! Sungguh, aku kaget sekali!
Itu dia. Itu pengalamanku saat kelas dua, sih ^_^”.