Senin, 11 Mei 2015

Peri Hujan Menangis

"Hoaaam..." peri hujan menguap. 
"Selamat pagi alam!" sapa peri hujan. peri hujan bangun dari ranjangnya, dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi pagi.

Setelah selesai mandi, peri hujan mengganti bajunya dengan baju biru selutut, dan sepatu hijau. rambut coklatnya dikuncir kuda. 

Peri hujan melangkahkan kakinya ke pintu depan. Ia membuka pintu. "Ahh... segarnya!" seru peri hujan sambil menghirup udara segar. Selanjutnya peri hujan menutup pintu, mengunci, dan terbang. sayap birunya terlihat indah diterpa sinar matahari.

"Halo, peri hujan!" sapa peri tanaman. Ia sedang menanam pohon apel. Peri hujan melongok ke bawah. "Halo, peri tanaman!"

Peri hujan kembali berkeliling negeri. Semua orang menyapanya, karena peri hujan adalah peri yang ramah, baik hati, pintar, dan penyayang.

Peri hujan sampai di jurang biru. dinamakan begitu karena setiap peri yang masuk kesitu, pasti akan terluka. maksudnya, berdarah. dan darahnya berwarna biru, 

Peri hujan ingin tahu mengapa jurang itu memberi darah biru. ia ingin masuk ke dalam. Namun, angin topan jahat datang dengan beberapa ranting di tubuhnya.

"Aaa! tolong!" teriak peri hujan. peri hujan terbang sekuatnya, tapi, angin topan bukan menginginkannya, melainkan ratu peri amanda. Peri hujan mengejar angin topan jahat setelah dia melewati peri hujan.

Saat sejajar dengan angin topan, tiba-tiba, ranting di angin topan jahat mengenai sayap birunya.
"Oh, tidak!"

Peri hujan jatuh. untungnya, ia jatuh tepat di tumpukan daun pisang. 

BRUK!

Peri hujan merintih kesakitan. setelah itu, ia menengok ke sayapnya. "Aaaah!" peri hujan terkejut. sayapnya robek dan berwarna coklat. ia berusaha menahan tangis. akhirnya, ia berjalan ke rumah jamurnya.

***
sudah delapan hari peri hujan menangis. akibatnya, dunia peri dan dunia manusia terkena hujan terus menerus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar