Sabtu, 10 Januari 2015

Layang-Layang untuk Ibu



Layang-Layang untuk Ibu
oleh Raya

“Cabe, tomat, kemangi…” gumam Ardi sambil berjalan.
“Di, mau kemana?” seru sebuah suara. 
Ardi menengok. “Eh, kamu Ren. Aku disuruh ibu ke pasar untuk beli cabe, tomat, kemangi, bawang merah, bawang putih, sama apa tadi, ya?” Ardi mengingat-ingat pesanan ibu.
Ah, coba ia tak salah bilang ‘pasti ingat’ sebelum ibu menyuruh menulis daftar belanjaan.
“Beli yang ingat saja dulu,” usul Rendi.
“Ide bagus! Ayo temani aku!” ajak Ardi.

Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam pasar tradisional dekat komplek rumah.

“Bude, beli cabe tiga ribu, tomat dua ribu, kemangi seikat, bawang merah tiga ribu dan bawang putih satu biji,” ujar Ardi pada seorang penjual.
Ibu itu tertawa geli. “Masa beli bawang putih satu biji? Berarti segini dong” ucapnya terkekeh, sambil menunjukan satu bawang putih.
“Iya, segitu kali ya?” ucapnya sambil garuk-garuk kepala.
Ibu itu hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum.

Setelah membayar, Ardi ingat pesanan ibu satu lagi. “Oh iya layang-layang lima belas ribu!” seru Ardi.
Rendi heran. “Buat apa ibumu beli layang-layang?” tanya Rendi.
“Mau di bagi-bagikan kali” jawab Ardi asal-asalan.
“Kalau begitu aku bantuin pilihin biar dapat layang-layang yang bagus”, kata Rendi bersemangat.
“Huh, dasar Rendi” seru Ardi tak kalah bersemangat.

Sampai di rumah, Ardi langsung masuk ke dapur.
“Mana belanjaan Ibu, ingat semua kan Di?” tanya ibu.
“Ingat, dooong. Ardi!” kata Ardi membusungkan dada.

Ibu memeriksa plastik belanjaan.
“Cabe, tomat, kemangi, bawang merah, bawang putih, layang-layang.” ibu tampak bingung. “Kok ada layang-layang Di”, ibu tampak masih kebingungan.
“Iya, layang-layang, kata ibu tadi beli lima belas ribu. Di warung bang mamat satunya tiga ribu. Lima belas ribu jadi dapat lima. Tapi karena beli banyak, jadi dapat bonus satu” jelas Ardi sambil menaruh layang-layang di meja dapur.

Saat itu, ekspresi ibu tak bisa dilukiskan kata-kata. Ibu hanya melongo melihat layang-layang di meja dapur.

“Ardi, makanya kalau ibu belum selesai ngomong jangan keluar dulu. Ibu itu ingin bikin pepes ikan layang, bukan pepes layang-layang!” seru ibu.
“Sudah sana ke pasar lagi. Beli ikan layang, ya, bukan layangan” perintah ibu sambil kasih uang ke Ardi.

“Ya ampun”, kata Ardi dan Rendi bersamaan sambil menepuk jidat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar